- Back to Home »
- KAMU TAHU ? »
- Mengapa Allah Menciptakan Mimpi
Posted by :
IRWAN
20 Apr 2014
Mimpi, suatu alam lain yang dibenamkan
dalam ruh kita. Sama nyatanya dengan alam dunia. Namun mengandung
hukum-hukum yang agak berbeda.
Terkadang
kita dapat terbang di alam mimpi. Terkadang kita dapat berjumpa dengan
orang yang telah lama meninggal dunia. Ada yang berjumpa dengan ulama
terdahulu, atau bahkan berjumpa Nabi SAW.
Terkadang
mimpi hanya dianggap bunga tidur. Ada pula mimpi yang benar yang biasa
dialami oleh para nabi dan orang mu’min. Lalu apa manfaat mimpi bagi
orang kebanyakan?
Allah menciptakan
sesuatu itu bukanlah tanpa manfaat. Termasuk mimpi. Terkadang, Allah
memberikan wahyu melalui mimpi. Hal ini telah berlaku kepada Nabi
Ibrahim, Nabi Yusuf, dan Nabi-Nabi lainnya. Terkadang mimpi menjadi
isyarat bagi ulama shalih tertentu. Melalui mimpi, orang-orang tertentu
dapat bertemu dengan Nabi SAW.
Tetapi,
diluar mimpi-mimpi mulya tersebut juga berlaku mimpi-mimpi biasa pada
kebanyakan orang. Apa manfaat dari mimpi-mimpi biasa ini?
Ternyata, mimpi biasa juga mengandung manfaat yang luar biasa. Mimpi membuktikan bahwa otak dan ruh kita tidak pernah tidur.
Ruh
kita selalu berpindah-pindah alam. Dari alam azali ke alam dunia. Di
alam dunia pun, ruh kita berulang-alik ke alam mimpi hingga ruh kita ini
berpindah ke alam qubur dan alam-alam selanjutnya.
Alam
mimpi adalah alam lain yang dibenamkan ketika kita mengalami alam
dunia. Kita dapat memasuki alam mimpi ini ketika jasad kita di alam
dunia ini tidur. Saat itu ruh kita beralih ke alam mimpi.
Jika
kita sedang browsing suatu situs, lalu kita membuka tab atau window
baru, dan membuka situs yang lain, seperti itulah keadaan ruh kita.
Fokus kepada salah satu tab atau jendela, bukan berarti situs di tab
atau jendela lain tidak terbuka. Tetap terbuka, tetapi kita tidak fokus
kepada situs tersebut.
Jasad kita di alam dunia tetap ada, tetapi ruh kita tengah fokus kepada kehidupan di alam mimpi.
Mimpi,
seperti telah dikatakan, menjadi bukti bahwa otak dan ruh kita terus
bekerja. Tetapi bukan pada alam sadar, melainkan pada alam bawah sadar
atau lebih dalam lagi.
Alam bawah
sadar kita terus bekerja, terus menyerap dan mengolah data. Apa yang
baru kita pelajari akan disimpan di bagian ini, diolah dan dikembangkan.
Data
yang dikumpulkan sejak lahir dan dibenamkan sebelum lahir itu
sebenarnya tidak pernah hilang. Hanya saja, terkadang alam sadar kita
agak sulit mengaksesnya. Alam mimpi dapat menjadi jembatan untuk
mentransfer data dari alam bawah sadar ke alam sadar.
Segala
bahasa telah dibenamkan ke dalam otak kita. Ia dapat dibangkitkan
melalui komunikasi yang didengarnya di alam sadar dan alam mimpi. Itulah
yang terjadi pada bayi. Terkadang kita juga bermimpi dapat berbicara
dalam bahasa asing dengan benar. Bahkan terkadang kita bermimpi tengah
membaca ayat dengan melihat salah satu halaman Al-Qur`an yang belum
pernah kita hafal.
Ketika membaca
ayat Al-Qur’an, walau alam sadar kita tidak berusaha menghafalnya, namun
alam bawah sadar kita menyimpannya dalam data visual. Seperti komputer
yang menyimpan gambar dari suatu halaman dari Al-Qur’an. Sehingga kita
dapat membacanya dalam alam mimpi.
Kemampuan
bayi seperti berbicara, merangkak, dan berjalan juga dikuatkan melalui
mimpi. Kemampuan anak dalam mengendarai sepeda juga dikuatkan melalui
mimpi. Pemahaman kita terhadap suatu pelajaran yang sama sekali baru
juga dapat dikuatkan melalui mimpi.
Penelitian
di Universitas Harvard menunjukkan bahwa orang yang tidur dan bermimpi
setelah belajar akan 10 kali lebih cepat dalam memahami pelajaran
daripada mereka yang tidak tidur dan terus memaksakan diri untuk
memahami melalui alam sadar. Suatu kesulitan juga sering menjadi lebih
mudah setelah kita tidur.
Pemimpin
riset, Professor Robert Stickgold, berpendapat bahwa bukan mimpi yang
membuat fikiran menjadi lebih baik tetapi bagian dari otak yang bekerja
keras untuk mengingat cara yang harus dilakukan kemudian dijabarkan pada
mimpi yang lalu berujung pada perbaikan kemampuan.
Prof.
Stickgold menambahkan, masih ada cara untuk mengambil keuntungan dari
fenomena ini untuk meningkatkan pembelajaran dan memori. Sebagai contoh,
mungkin akan lebih baik untuk mempelajari dengan keras sebelum Anda
pergi tidur di sore hari, atau untuk tidur siang setelah belajar.
“Beberapa
orang telah melihat mimpi sebagai hiburan, tetapi riset ini menunjukkan
bahwa mimpi adalah produk sampingan dari pengolahan memori,”
pungkasnya.
Itulah diantara manfaat
mimpi. Dan tentunya masih banyak lagi manfaat lain dari mimpi yang jika
dituliskan dalam berjilid-jilid buku tidaklah akan cukup.
Ya
Allah, ya Rabbana, tiadalah Engkau menciptakan mimpi dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.