Posted by : As-Salam FT 31 Jan 2016

(Perhatikan ayat dibawah ini dengan seksama dan fokuslah pada kata yang berwarna)

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, 
bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi itu sesudah mati (kering)nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi : sungguh (terdapat tanda tanda keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan"

(QS AL BAQARAH : 164)

 yupz kawan mimin  sekalian, setelah saya baca kalimat terakhir yg berbunyi "sungguh (terdapat tanda tanda keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan", langsung terbesit dalam hati, "adakah sesuatu yang tersembunyi dari ayat ini?"
mari kita kupas one by one


1. "BAHTERA yang berlayar diLAUT membawa apa yang berguna bagi manusia"adapun kita memahaminya sebagai "sebuah kapal laut yang mengangkut berbagai kebutuhan yang berguna bagi manusia"
namun bagaimana jika yang dimaksud sebagai berikut ;
   "BAHTERA" merupakan tranportasi extra besar > "berlayar diLAUT" berarti mengarungi laut dapat juga dipahami bahwa bahtera ini berasal dari laut.
  
2. "dan apa yang Allah turunkan dari LANGIT berupa AIR"
    sebenarnya kita semua pasti sepakat bahwa yang dimaksud ayat ini adalah hujan, namun ada yang janggal??mengapa potongan ayat ini digabungkan dengan potongan ayat yang sebelumnya (1), dan apa hubungannya bahtera dengan hujan??

3.  "dan pengisaran ANGIN dan AWAN yang dikendalikan antara LANGIT dan BUMI "
    nah itu dia AWAN yang dipengisaran(dibawa) ANGIN .... pelengkap kedua nomor(1 & 2) yang telah kita baca bersama, menyatakan jelas bahwa ayat ini emnerangkan proses hujan, dengan sedikit perumpamaan di awal ayat yakn "bahtera yang berlayar dilautan dan membawa apa yang berguna bagi manusia

 Bahtera yang berlayar diLAUT merupakan AWAN yang berasal dari laut dan mengarungi laut hingga sampai kedaratan dengan bantuan ANGIN, "membawa apa yang berguna bagi manusia" yang dimaksud adalah komposisi awan yakni uap air yang nantinya terkondensasi menjadi air, "dan apa yang Allah turunkan dari LANGIT berupa AIR". "Dan AWAN yang dikendalikan antara LANGIT dan BUMI" yupz itu penjelas bahwa yang dimaksudkan dari tadi itu AWAN.
  Maha Besar ALLAH yang Maha Tahu, sampai mencantumkan "sungguh (terdapat tanda tanda keesaan dan kebesaran Allah) BAGI KAUM YANG MEMIKIRKAN" pada ayat tersebut,setelah kita tadaburi bersama, dapat kita simpulkan ayat tersebut menerangkan proses terjadinya hujan, dari mana awan berasal sampai menjadi hujan, tak ada rekayasa dalam ayat ini, mana tahu manusia 14 abad yang lalu (secara sekarang 14xx H) mengerti dari mana hujan berasal. tapi ALLAH menjelaskanya, tapi manusia sering kali mendustakanya (bukanya seudzon hanya mendramartisir).

Ayat yang menyebutkan Hujan itu dari Laut asal muasalnya,
"maka terangkanlah AIR yang kamu minum. Kamukah yang menurunkan?. Kalau kami kehendaki niscaya kami jadikan dia ASIN maka mengapakah kamu tidak bersyukur?"
(QS AL WAQIAH: 68-70)

tertera kata ASIN, yang mana Laut dimana air yang turun karena hujan yang awanya berasal dari situ(laut), loh kan air hujan bukan hanya dari laut tapi juga bisa dari sungai danau EHEM... air hujan atau awan itu +/- 97% berasal dari penguapan laut, lagi pula tempat turunya surah ini(AL BAQARAH) di madinah, jazirah arab yang jarang ada sumber air. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 14 abad  yang lalu. ALLAH yang maha esa sungguh tiada ILAH selain ALLAH, dan AL QURAN benar adanya dan menunjukan kebenaran.

Ayat tentang tahap pembentukan hujan
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." (QS Ar-Ruum: 48)

Tahap Ke-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

Tahap Ke-2:
 "...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

Tahap Ke-3:
 "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan es dijelaskan:
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS An-Nuur: 43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

Tahap-1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

Tahap-2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

Tahap-3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. 

Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfer yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)


Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dan lainnya. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1.400 tahun yang lalu.
Maha besar Allah atas segala firmaNYA

mohon maaf bila ada kesalahan, karena yang Maha benar hanya Allah, dan manusia tak lekang dari kesalahan
Wallahu A'lam Bishawab


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © AS-SALAM FT UMB - As-Salam FT - Powered by Blogger -